SISTEMEFI. Sistem Electronic Fuel Injection (EFI) merupakan perkembangan dari sistem sebelumnya yaitu karburator. Dalam dunia otomotif, sistem EFI merupakan suatu sistem terbaru dalam pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara secara optimal. Komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI umumnya merupakan komponen elektronik.
Tinggalkita bagi deh = Jarak Tempuh : Konsumsi Bensin 100,1 : 3,15 = 31,7 km/liter Wah, mayan irit untuk ukuran matik karbu, 125 CC, berbadan bongsor, dan NON-ECO RIDING!
SuzukiNex FI terbaru tahun 2017 harga paling murah dibanding skutik Jepang lainnya bkin membuat penasaran berapa konsumsi BBM-nya
Jaringanservis luas. Bantingan lembut. Kekurangan Toyota Land Cruiser VX 200 : Kursi pada baris ketiga sempit. Harga sparepart sangat mahal dan sering indent. Harga jual kembali jatuh. Biaya perawatan mahal karena banyak fitur kelistrikan. Limbung ketika bermanuver dan melaju pada kecepatan tinggi. Sangat boros.
Berdasarinformasi, konsumsi bahan bakar Skydrive 125 termasuk irit, dengan 1liter bensin, kita bisa tempuh 45km atau bisa sampai 50km dengan mode ngirit atau setidaknya bisa sampai 40km. Lumayan ngirit untuk kelas matic bukan? Dari sisi kesisi Sisi depan, sisi belakang untuk saat ini masih tanpa cela secara saya. Coba aja tengok kembali
SuzukiErtiga Hybrid Meluncur, Benarkah Lebih Irit dari Non-hybrid? Cek Langsung Videonya Tapi Di Kondisi Ini Konsumsi BBM Isuzu D-Max Rodeo 1.9 Malah Boros. Kondisinya Mulus Bak Artis, Harga Mobil Bekas Honda Jazz 2010 Makin Terjangkau. Wah, Ternyata Cuma Segini Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia 2013, Kondisi Mulus Abis
.
Uji Komparasi 4 Merk Matic Perang, perang dan perang! Itu yang terjadi pada atmosfer dunia skubek Tanah Air. Malah dengan perang terbuka itu, nggak sedikit pabrikan yang klaim, kalau skubeknya paling irit di kelasnya. Melihat penampakan alias fenomena seperti itu, MOTOR Plus tak tinggal diam. Coba melakukan pengetesan terhadap empat skubek. Yaitu Honda Vario, Kymco Free LX, Suzuki Spin 125 dan Yamaha Mio. Uji Komparasi 4 Merk Matic Perang, perang dan perang! Itu yang terjadi pada atmosfer dunia skubek Tanah Air. Malah dengan perang terbuka itu, nggak sedikit pabrikan yang klaim, kalau skubeknya paling irit di kelasnya. Melihat penampakan alias fenomena seperti itu, MOTOR Plus tak tinggal diam. Coba melakukan pengetesan terhadap empat skubek. Yaitu Honda Vario, Kymco Free LX, Suzuki Spin 125 dan Yamaha Mio. Supaya fokus, pengetesan tak menilik soal handling dan fitur lagi seperti sudah dibahas di Em-Plus edisi 395/VI. So, empat skubek langsung diuji oleh empat tester MOTOR Plus yang punya gaya khas dan tentu saja berbeda. Aries, mantan pembalap liar dan doyan balap di aspal. Ia mampu buka-tutup gas dan pintar memainkan rpm. Herry Axl punya latar belakang tracker. Kalau kumat, cara bawanya cenderung akseleratif dan doyan buka-tutup gas. Isfn, senang turing. Ia ogah main di rpm tinggi dan suka ngurut gas seperti perlakuan pada motor lawas. Sedang Eka yang juga eks pebali, cendrung memainkan semua karakter. Misal, jika sampeyan suka memutar langsung grip gas ketika hendak melaju. Sementara, ada juga pengendara yang pilih mengurut bukaan gas. Tapi tidak menutup kemungkinan, ada juga bikers yang suka memainkan throttle alias senang buka tutup gas. Supaya fair dan mendekati kebenaran, seluruh tester mencoba semua motor dalam rentang rolling thunder berjarak 120 km. Tiap 15 km, skubek ganti tester dengan metode stop and go. Perbedaan karakter ini jelas mempengaruhi konsumsi bahan bakar setiap skubek. Oh ya, tentunya pengin tahu juga dong spek masing-masing tester terutama berat badannya. Aries 77 kg, Axl 64 kg, Isfn 70 kg dan Eka 60 kg. Jika diambil rata-rata, maka total beban tanggungan tiap skubek 67,8 kg. Makin afdal, seluruh tester dibebani peraturan. Jarak 60 km awal, semua rider tidak diperbolehkan geber skubek di atas 70 km/jam rata-rata berkendara dalam kota. Lahan rolling hard dibuat bervariasi. Mulai dari kantor dan dalam kota, menuju provinsi Banten ke arah Cileduk dan Serpong, Tangerang. Kilometer pertama, disuguhi hiruk pikuknya kemacetan Jakarta. Buka-tutup gas nggak beraturan. Tak lama kemudian kami disuguhi jalan sempit dan lengang pinggiran kota tapi banyak polisi tidur. “Oi.., yuk masuk jalanan off-road, pengin tahu nih, siapa yang lebih irit,” kata Axl. Wow, naluri grasstracknya keluar! Usai menempuh rute yang diinginkan, konsumsi bensin dihitung ulang. Prosesnya, skubek diisi kembali di SPBU. Sebagai catatan, kondisi tangki dalam keadaan penuh sejak berangkat. Itu metode pertama, lho! Setelah 60 km terakhir, pengetesan dilakukan dengan kecepatan bebas. Di sini keempat skubek diuji serius. Karakter setiap rider lebih bebas keluar. Semuanya mencoba besut dengan kecepatan puncak di setiap motor. Prilaku ini diambil lantaran tidak sedikitnya bikers yang memacu hingga limit kecepatan. Berdasarkan dua metode ini, Em-Plus mengungkap data konsumsi bensin. Ingin tahu berapa konsumsi bensin yang dihabiskan? Jangan ngopi dulu! TES PERTAMA Bensin dipukul rata! Artinya, semua skubek wajib minum bensin tanpa timbel atau Premium TT. Sesuai kesepakatan, empat tester mulai mengendari besutan dengan gaya berbeda. Kecepatan seluruh skubek, dipatok tidak boleh lebih dari 70 km/jam. Sesi pertama, Honda Vario menunjukan keunggulan. Lantaran skubek pabrikan berlambang sayap mengepak ini, mampu menempuh jarak 48,8 km untuk 1 liter Premium. Angka segitu tergolong irit buat ukuran konsumsi skubek. Bisa seperti itu, karena power mesin yang dihasilkan Vario sejak putaran rendah hingga menengah cukup rata. Aliran tenaga merata seiring bukaan V-Belt. Jadi, meski kerap dibejek atau buka-tutup gas, konsumsi bensin tidak terlalu pengaruh. Suzuki Spin 125, berhasil menduduki peringkat kedua dalam konsumsi BBM. Satu liter Premium TT, sanggup menempuh jarak 42,4 km. Sayang, meski mesin Spin 125 lebih besar 15 cc dari kompetitor, tapi belum mampu menutup kekurangan skubek yang rata-rata cukup boros BBM. Sementara itu, Kymco Free LX bertengger di urutan ke-3. Bisa jadi, ini karena ban besar di pelek diameter 12 inci, cukup berat dipuntir mesin sebagai awalan buat start. Sehingga daya gesek ban dengan aspal cukup besar. Posisi terakhir Yamaha Mio. Cukup unik karena kalau dilihat dari kapasitas Mio paling imut. Tapi untuk kelas skubek, kapasitas kecil membuat putaran mesin di awalan akselerasi jadi butuh lebih tinggi. Nah, di sinilah kelemahannya. Apalagi jalan yang dilintasi kebanyakan agak pamer paha’ alias padat merayap patah harapan alias macet, bo! Jadi buka-tutup gas lebih sering terjadi. TES KEDUA Sesuai perjanjian, pada sesi kedua dipaksa jalan lebih kencang. Tester diperbolehkan jalan secepatnya menuju kantor. Rute jalan yang dilalui sama dengan jalan berangkat. Hanya saja, kondisi lalu lintas agak lancar ketimbang berangkat. Bensin pun diisi ulang sampai penuh dengan Premium TT. Di sini, Free LX menunjukkan ketangguhan. Jika test pertama skubek Kymco ini bertengger di posisi ke-3, pada sesi kedua muncul jadi yang terbaik. Konsumsi bensin paling irit. Satu liter Premium TT, mampu meluncurkan sejauh 42 km. Padahal dalam perjalanan pulang itu, empat skubek ini kerap digeber hingga top speed. Kembali Vario membuktikan, bahwa teknologi Honda tetap mengacu pada hemat bensin. Motor yang dipromosikan Agnes Monica itu, ke-2 dalam urusan konsumsi bahan bakar saat adu geber-geberan. Tapi tentunya penggunanan Premium TT jadi lebih boros ketimbang dipakai santai di bawah 70 km/jam. Suzuki Spin 125 berada di urutan ketiga. Tapi penggunaan bensin masih realitis untuk kategori skubek. Ingat lho, skubek memang lebih boros ketimbang bebek. Itu karena skubek menggunakan sistem penggerak CVT. Dalam test kedua sayangnya Mio tidak bisa memperbaiki performa. Skubek yang punya slogan promosi otomatis duluan ini, agak royal minum bensin. Hasil Pengetesan. Honda Vario 1 liter 39,4 km Kymco Free LX 1 liter 42 km Suzuki Spin 125 1 liter 32,5 km Yamaha Mio 1 liter 28,6 km Sumber MotorPlus
Logo Suzuki Wjarek via suatu pagi hari yang cerah, paman saya datang ke rumah dan memperlihatkan motor Suzuki Spin 125 SR yang baru dia beli dari teman dengan harga 2,5 juta. Kok bisa murah? Nih saya kasih tahu kondisi dari motor itu, sangat memprihatinkan, mulai dari velg yang peyang, suara mesin kasar, oli mesin tidak ada, shockbreaker bocor, rem yang kurang pakem, dan banyak body yang pecah. Ya maklum lah kalau murah, lha wong membeli motor itu karena penasaran, dan berencana akan membangun motor itu sampai seperti baru. Kebetulan paman saya mengerti tentang mesin dan jualan spare part dari berbagai merk 2021-2022 paman membangun motor itu. Semua spare parts diganti dengan yang original, mesin diperbaiki. Paman saya tidak mengubah mesin seperti bore up, intinya semua standart seperti spesifikasi saya melihat dan mencoba motor itu dengan kondisi prima, tiba-tiba saya jatuh cinta. Spontan, saya mengatakan ke paman untuk berencana membeli motor itu. Paman mengatakan kalau motor itu boleh dibeli tetapi saya harus lulus SMA terlebih dahulu dan selama SMA saya diperbolehkan naik motor itu. Kebetulan tidak punya kendaraan untuk wira Suzuki Spin 125 SRSudah hampir satu tahun saya menggunakan Suzuki Spin 125 SR. Yang saya rasakan adalah dimensi motor yang kecil sehingga gesit dan bisa selap-selip di jalanan. Ditambah tenaga dan torsi yang dihasilkan lebih dari cukup. Serius, motor ini tenaganya ada momen saya harus membonceng teman saya yang beratnya 80 KG. Kami menempuh jarak lumayan jauh mungkin sekitar 20 KM dan banyak jalanan yang naik turun. Ajaibnya dengan gampang motor itu kuat melewati tanjakan tanpa memutar gas terlalu banyak, padahal tanjakannya lumayan ini juga antep, sehingga saat disalip kendaraan yang berukuran besar dengan kecepatan tinggi, tidak terasa oleng. Berbeda halnya ketika saya memakai Honda Beat, pasti serasa oleng seperti kapal yang diterjang itu motor Suzuki Spin 125 SR bisa dikatakan mesin yang kuat. Berkali-kali melewati banjir setinggi satu meter, tidak ada kendala. Hingga saat ini motornya baik-baik halaman selanjutnyaKekurangan Suzuki Spin 125 SR…Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2023 oleh Intan Ekapratiwi
Bensin Spin – Spin merupakan jenis motor matic yang memiliki body yang ramping. Meski begitu kebanyakan pengguna motor matic menilai bahwa pemakaian bahan bakar motor ini sangat boros. Lalu berapakah konsumsi bensin Spin? Konsumsi bensin Spin 125 dan 125R adalah 42,4 km/liter. Sedangkan konsumsi bensin Suzuki Spin 125SR dan 125NR adalah 43 km/liter. Bagi Anda yang mencari informasi mengenai konsumsi bensin Spin, bisa melihat pada artikel di bawah ini. Daftar Isi Pemakaian Bensin Suzuki Spin Tiap LiternyaRuang Tangki dan Jenis Bensin Suzuki SpinPerbandingan Konsumsi Bensin Suzuki Spin dan Motor SekelasnyaEfek Buruk Terlambat Isi BBM di Suzuki Spin Di bawah ini merupakan data konsumsi spin semua tipe dalam bentuk tabel Tipe SpinKonsumsi BBMSuzuki Spin 12542,4 km/literSuzuki Spin 125R42,4 km/literSuzuki Spin 125SR43 km/literSuzuki Spin 125NR43 km/liter Konsumsi bahan bakar pada suatu kendaraan dilakukan dengan pada berbagai medan jalan. Baik itu di dalam kota maupun luar kota. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih maksimal. Kapasitas Tangki dan Jenis Bensin Suzuki Spin Tiap kendaraan memiliki body yang tidak sama. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap ukuran dan kapasitas mesin maupun tangki bensinnya. Hal tersebut juga terjadi pada motor Suzuki Spin yang mempunyai ukuran tangki dan jenis bensin yang berbeda. Berikut ini adalah ruang tangki dan jenis bensin pada Suzuki Spin, yaitu Kapasitas Tangki Bensin Spin Selain memiliki data konsumsi bensin yang hampir sama. Motor Suzuki Spin juga dibekali dengan ukuran tangki yang sama. Jadi kesemua tipe motornya mempunyai ruang tangki sebesar 3,7 L. Ukuran tersebut termasuk ukuran yang kecil pada suatu kendaraan. Meski begitu hal ini sebanding dengan besaran body yang dimiliki oleh motor ini. Jenis Bensin Spin Motor Suzuki Spin memiliki mesin dengan kompresi sebesar 9,6 1. Perlu Anda ketahui bahwa mengetahui rasio kompresi kendaan Anda bisa digunakan untuk menentukan jenis bensin yang sesuai. Oleh karenanya pada motor Suzuki Spin bisa menggunakan jenis bensin Pertalite. Jenis bensin ini sangat direkomendasikan karena dapat membantu Anda dalam kualitas mesin kendaraan. Selain jenis Pertalite yang memiliki kandungan RON 90. Motor Suzuki Spin masih diperbolehkan untuk menggunakan bensin dengan kualitas yang 1 tingkat lebih tinggi, Pertamax RON 92 Sebaliknya jika Anda menggunakan bensin dengan kualitas yang lebih rendah seperti Premium RON 80, maka dapat menyebabkan mesin motor Suzuki Spin Anda menjadi kurang bertenaga dan cepat panas. Perbandingan Konsumsi Bensin Spin dan Motor Sekelasnya Suzuki Spin termasuk jenis motor matic yang banya dibandingkan dengan motor Yamaha Mio. Terutama dari segi konsumsi bahan bakar yang dimilikinya. Kedua motor ini memiliki ukuran mesin yang sama yaitu 4 langkah. Lantas siapakah pemenang dari segi keiritan pada motor Suzuki Spin dan Yamaha Mio? Agar Anda mendapatkan jawaban atas pertanyaan diatas, silahkan melihat pada tabel berikut ini Merk MotorKonsumsi BBMYamaha Mio45 km/literSuzuki Spin43 km/liter Melihat tabel perbandingan diatas, maka Anda bisa melihat bahwa antara motor Suzuki Spin dan Yamaha Mio yang jauh lebih irit adalah motor matic dari Yamaha Mio. Bahkan rentang selisih yang dimiliki cukup jauh yaitu sebesar 2 L. Pemakaian bahan bakar tiap kendaraan bisa menunjukkan hasil yang berbeda. Meski demikian ketika melakukan perbandingan antara 2 kendaraan atau lebih diusahan menggunakan variabel yang sama. Agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Efek Buruk Terlambat Isi BBM Spin Tanpa adanya bensin sebagai bahan bakar pada suatu kendaraan, maka motor Anda tidak bisa berjalan. Meskipun komponen mesin berada dalam keadaan yang sehat. Dalam melakukan pengisian bahan bakar harus dilakukan secara rutin tanpa menunggu tangki kosong. Berikut ini adalah efek buruk dari terlambat mengisi bahan bakar pada motor Suzuk Spin, yaitu Tangki Motor Berkarat Dampak kurang baik yang bisa Anda lihat secara kasat mata dari kehabisan bensin adalah timbulnya karat pada tangki bensin Anda. Maka dari itu usahakan Anda melakukan pengisian bahan bakar secara penuh untuk menghindari hal ini. Munculnya Endapan Pada Bahan Bakar Karat yang muncul pada tangki juga bisa berimbas pada kualitas bahan bakar Anda. Sebab karat yang terendam bisa masuk kepada bahan bakar dan menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan Anda. Muncul Masalah Pada Injector Injector adalah salah satu komponen mesinyang cukup penting pada suatu kendaraan. Kotoran yang ada pada bensin bisa berakibat fatal pada kendaraan dan mengenai injector Anda. Hal ini akan menimbulkan pembengkakan biaya pada kasus yang sudah fatal.
- PT Suzuki Indomobil Sales SIS saat ini memasarkan mobil penumpang maupun komersial semisal XL7, Ertiga, APV, Ignis, Karimun Wagon R, SX4 S-Cross, hingga Carry Pick Up. Berbagai model tersebut tentunya memiliki rasio kompresi berbeda yang berpengaruh pada spesifikasi BBM-nya. Sebab dengan penggunaan jenis BBM yang tepat, performa mesin akan optimal dan tidak merusak komponen di dalam mesin. "Penggunaan BBM yang sesuai dengan research octane number RON akan menghasilkan pembakaran yang baik di ruang mesin, karena itu Suzuki mengimbau agar pengendara menggunakan BBM yang sesuai dengan kebutuhan mesin mobil," ujar Hariadi, Assistant to Service Department Head SIS dalam rilis resminya, Rabu 26/1/2022. Lalu bagaimana rekomendasi atau anjuran BBM yang sesuai untuk mobil Suzuki? Pertama untuk BBM RON 90 semisal Pertalite, anjurannya digunakan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 91 hingga 101. "Kualitas BBM yang dimiliki tergolong cukup baik untuk keperluaan sehari-hari dan sebagai kelebihannya BBM RON 90 memiliki harga jual yang terjangkau," kata Hariadi. Istimewa Suzuki New Carry Pick Up Nah, mobil Suzuki yang bisa menggunakan BBM RON 90 menurut pabrikan yaitu New Carry Pick Up dan APV. Berikutnya untuk BBM RON 92 seperti Pertamax, Shell Super, hingga Vivo Revvo 92 diklaim SIS dapat membuat proses pembakaran mesin lebih sempurna dan dapat membantu membersihkan residu karbon pembakaran di dalam mesin. Baca Juga Suzuki Ertiga Hybrid Dikabarkan Segera Meluncur di Indonesia Sehingga hal ini memberikan performa mesin lebih baik, awet, dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Mobil Suzuki yang dianjurkan menggunakan BBM RON 92 yakni yang memiliki rasio kompresi 101 hingga 111 seperti Ertiga, XL7, Karimun Wagon R, Ignis, hingga SX4 S-Cross. Dok. SIS Suzuki All New Ertiga di GIIAS 2021. Sementara untuk BBM RON 95 semisal Shell V-Power atau Vivo Revvo 95, digunakan untuk rasio kompresi mesin yang lebih tinggi mulai 111 sampai 121. BBM RON 95 diklaim SIS dapat mendorong kinerja mesin untuk meraih performa lebih tinggi, efisien, dan dapat mengurangi gesekan guna memperkecil energi yang terbuang akibat panas. Sehingga efeknya dapat mengurangi keausan komponen mesin. Sementara untuk BBM R0N 98 semisal Pertamax Turbo menurut SIS cocok untuk mobil dengan rasio kompresi yang lebih tinggi yaitu hingga 131. BBM RON 98 ini juga diklaim SIS untuk memenuhi kebutuhan mesin mobil performa tinggi yang menuntut pembakaran lebih sempurna. Selain itu, BBM RON 98 dapat memberikan efisiensi dan perlindungan komponen mesin yang dibutuhkan oleh mesin dengan spesifikasi kompresi hingga 131. Namun menurut Hariadi, BBM RON 98 bisa berdampak negatif jika digunakan di kendaraan dengan rasio kompresi rendah. Baca Juga Kompresi Mobil Turbo Kok Lebih Kecil dari Tanpa Turbo? Ini Jawabannya "Apabila digunakan pada mesin berkompresi rendah akan dapat mengakibatkan gejala fuel dilution, di mana BBM tidak terbakar seluruhnya secara sempurna sehingga meninggalkan sisa yang mengakibatkan konsumsi bahan bakar terasa lebih boros," jelasnya. Karena itu ia menambahkan, pemilihan BBM untuk mobil Suzuki harus disesuaikan dengan kebutuhan mesin agar kondisi kendaraan tetap prima. "Apabila pengguna Suzuki kurang memahami soal BBM ini, bisa membaca buku petunjuk penggunaan kendaraan maupun berkonsultasi dengan teknisi kami saat sedang servis rutin di bengkel resmi, atau bertanya langsung ke pihak dealer saat awal pembelian,” tutup Hariadi.
konsumsi bbm suzuki spin 2010