AlAl Hasyr : 19. " Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.". Kasih sayang Allah Subhaanahu wa Ta'ala dengan cara memberikan larangan kepada kita , agar kita tidak menyimpang dari aturan agama-Nya, sehingga terselamat TeksKhutbah Jumat Singkat NU Basa Jawa - Kautaman Kalimat "LA ILAHA ILLALLAH" - Sampun dados kewajibanipun selaku Khotib supados paring wasiat taqwa dumateng Gusti Allah Ta'ala kanthi taqwa engkang saestu-estu. Inggih menika kanthi nindaaken sedoyo engkang dipun perintahaken dening Gusti Allah Ta'ala saha nebihi sedoyo awisanipun wonten pundi kemawon papan panggenan. Khutbah: Keutamaan dan Wirid Hari Jum'at; Khutbah : Keutamaan dan Wirid Hari Jum'at 4 Syubhat Umum 234 Syubhat Wahabi 34 Wahabi 'Rasa Aswaja' 850 Manajemen Qalbu 224 Doa dan Dzikir 124 Ilmu Hikmah 158 Kajian 19 Khutbah 66 Motivasi 361 Tashawuf 441 Ngaji Online 5 Audio 256 Download 53 Kalam Salaf 51 Meme Islami 79 Video 405 Sejarah 93 KhutbahJum'at: Keutamaan Bulan Dzulhijjah Penerbit E-book Islami Do'a dan Dzikir Resensi Buku Islam Online E-book Al-Manhaj Pembatal Islam dzikir, sedekah, dan sebagainya. Termasuk amal ibadah yang disyariatkan untuk dikerjakan pada hari-hari tersebut -kecuali hari yang kesepuluh- adalah puasa. Apalagi ketika menjumpai hari Arafah Momentumbulan rajab dan hari jumat kita jadikan untuk terus meningkatkan ketakwaan sekaligus muhasabah diri dengan cara mengamalkan berbagai amalan yang telah dianjurkan, diantara amalan - amalan tersebut adalah membaca istigfar sebanyak-banyaknya dengan membaca :. اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي Haditsyang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dan Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah menyatakan, Usamah berkata pada Rasululllah shallallahu 'alaihi wasallam, "Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.". Rasul menjawab: "Bulan Sya'ban adalah bulan antara . Dzikir Dan Syukur – Teks Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesiaالحمدُ للهِ الْمَلِكِ الْعَزِيْزِ الْعَلَّامِ ، الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ السَّلامِ ، غافِرِ الذَّنْبِ وقابِلِ التَّوْبِ من جَمِيعِ الآثَمِ ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى ما اتَّصَفَ بِهِ مِنْ صِفَاتِ الْجَلَالِ وَاْلِاكْرَامِ ، وأَشْكُرُهُ على ما أسْدَاهُ مِنْ جَزِيْلِ الْفَضْلِ والْإِنْعَامِ ، وأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلهَ الَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَرْجُوا بِهَا الْفَوْزَ بِدَارِ السَّلاَمِ ، وأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ و رَسُوْلُهُ الَّذِىْ أَطْهَرَ اللهُ بِهِ الْاِيْمَانَ وَاْلِاسْلاَمِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وأصحابه الْبَرَارَةِ الْكِرَامِ ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً ، اما أَيُّهاَ الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ الله اُوْصِيْكُمْ وَ اِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، فَاتَّقُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ وَأَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ muslimin sidang Jum’ah RahimakumullahPada kesempatan yang baik ini, marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, karena tidak ada bekal yang paling baik kita bawa ke hadapan Allah SWT, kecuali takwa kita muslimin sidang Jum’ah rahimakumullahMari kita memperhatikan ayat 152 dari surat Al-Baqarah yang berbunyi فَاذْكُرُوْنِي اَذْكُرْكُمْ وَاشْـكُرُوْا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنَIngatlah kepadaku aku akan ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku dan janganlah sekali-kali engkau mengkufuri ayat tersebut di atas, kita diperintahkan Allah untuk selalu ingat kepada-Nya karena Dia-lah Pencipta segala makhluk, Pencipta segalanya, yang ada di alam semesta. Dia mampu menghidupkan yang mati. Dia Maha Kuasa dari segala-galanya. Dia tidak pernah rusak. Dia tidak pernah mati هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ tidak ada sekutu الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُPerintah dzikir dalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan al-ahzab 41-42 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. QS. al-ahzab 41-42فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. al-Jumuat 10Adapun lafadz dzikir adalah لاَاِلَهَ اِلاَّ الله ُ tidak ada Tuhan selain Allah. Tetapi jalan menuju dzikir sangat banyak sekali diantaranya ;Dengan melihat ciptaan Allah, tidak terlihat apa yang diciptakan tetapi melihat dan berangan-angan siapa yang menciptakan. Kalau kita sudah berdzikir seperti itu, maka kita akan termasuk orang yang أُوْلُو اْلأَلْبَابِ. Siapakah orang yang ulul albab itu disebutkan dalam surat Ali Imron ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. ali Imron 191Melakukan shalat, sebagaimana firman Allah اَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ “Dirikanlah sholat untuk berdzikir kepadaku“. Akan tetap sholat yang khusyu’ dalam artian orangnya sholat tetapi hatinya juga sholat. Selama ini banyak sekali orang yang sholat tetapi hatinya tidak sholat. Oleh karena itu sholat dikategorikan menjadi tiga tingkatan سَاهُوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat tapi dalam keadaan sembrono, baik waktunya, pakaiannya, maupun cara melakukannya. Dia meskipun melakukan sholat tetapi masih diancam neraka wail, فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ اَلَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَخَاشِـعُوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat dalam keadaan khusyu’دَاِئمُـوْنَ, yakni orang yang melakukan sholat tepat pada waktunya,Dua kriteria sholat inilah yang dinamakan sholat dihukumi berdzikirمَعَاشِـرَ الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُOrang yang ahli dzikir dan bukan ahli dzikir itu sangat berbeda sekali, kalau ahli dzikir yang dicintai adalah khalik Pencipta, tetapi sebaliknya, orang yang tidak pernah dzikir yang dicintai adalah makhluk. makhluk pasti ada masanya, ada gradasinya, suatu saat akan hancur binasa, ada masa kaya, ada masa jaya, ada masa kuat, suatu saat akan akan lemah, makhluk membutuhkan bantuan orang lain ketika beraktivitas, makhluk membutuhkan mesin dalam berkarya. Tetapi Allah tidak pernah membutuhkan bantuan mesin maupun orang lain dalam menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini kita sering sekali lupa terhadap Allah. Hal itu dikarenakan kita terlalu sibuk mengurusi masalah duniawi sehingga kita lupa akhirat. Jabatan, harta, wanita, kekayaan membuat kita terlena, apakah kita tidak boleh cinta terhadap jabatan, harta maupun kekayaan? Hal itu boleh saja, akan tetapi jangan sampai cinta jabatan, harta, kakayaan mengalahkan cinta kita terhadap Allah adalah makhluk. Manusia hanya dapat menciptakan al-furu’ tetapi tidak dapat menciptakan al-ashl. al-furu’ diumpamakan serban, al-ashl diumpamakan kapas, manusia mampu memnciptakan mobil tetapi tidak mampu menciptakan tambang besi. semuanya suatu saat akan meninggalkan kita. Apakah harta lebih dulu meninggalkan kita ataukah kita yang lebih dulu kita mau berfikir dan berdzikir, kita termasuk orang yang Ulul الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُDalam kelanjutan ayat tersebut وَاشْـكُرُوْا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنَ bersyukurlah kepadaku dan janganlah sekali-kali engkau kufur itu adalah memuji Allah. Dalam kitab yang pernah saya baca, syukur dibagi tiga اَلشُّكْرُ بِالِّلسَانِ syukur dengan menggunakan lisan, dengan cara melafadzkan اَلْحَمْدُ ِلله ِاَلشُّكْرُ باِلْجَنـَانِ syukur dengan hati, dengan cara nerima segala pemberian Allah dalam istilah jawa nerima ing pandumاَلشُّكْرُ بِاْلأَرْكَانِ, syukur dengan melalui perbuatan, semua perintah Allah kita laksanakan dan selalu menjauhi segala ini Indonesia mengalami banyak musibah merebaknya Virus Corona-19 yang hampir merata di seluruh Indonesia. Itu semua bukanlah sebuah ujian, tetapi sebuah peringatan. Karena kalau ujian اِذَا اَحَبَّ الله ُعَبْدًا اِِبْتـَلَي, tatkala Allah mencintai hambanya, maka akan memberikan ujian, kemudian Allah akan mengangkat derajatnya. Mungkin itu dikarenakan kita sering lupa terhadap Allah dan kurang pinter syukur atas nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan kepada karena itu kita yang hadir di majelis ini marilah kita selalu berdzikir kepada Allah dan janganlah sampai lupa untuk mensyukuri atas nikmat-nikmatnya. Karena apabila kita menghitung semua nikmat yang telah diberikan kepada kita, kita tidak akan mampuuntuk meghitungnya. وَاِنْ تَـعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَتُحْصُوْهَامَعَاشِـرَ الْمُسْـلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله ُDemikian khutbah singkat yang dapat saya sampaikan. Dengan satu harapan mudah-mudahan kita tergolong orang-orang yang ahli dzikir dan ahli dalam mensyukuri nkmatnya dan kita diberikan keselamatan dunia dan Basith MWC NU Jombang Usai mengerjakan shalat sebaiknya jangan langsung beranjak dari tempat shalat. Biasakan diri untuk dzikir sejenak dan berdo’a untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat. Sebab dzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan saat selesai termasuk ibadah yang mudah dan ringan dilakukan, namun ganjaran yang diberikan sangatlah besar. Kendati mudah dilakukan, ada banyak godaan yang harus disingkirkan agar tetap istiqamah dalam berdzikir. Di antara godaan yang dimaksud adalah Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang do’a dan dzikir. Menurutnya, salah satu dzikir yang sangat dianjurkan ialah membaca subhânallâh, alhamdulillâh, dan allâhu akbar sebanyak 33 kali. Kemudian ditutup dengan melafalkan lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alâ kulli syaiin qadîr satu ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyiقال صلى الله عليه وسلم من سبح دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين وحمد ثلاثا وثلاثين وكبر ثلاثا وثلاثين وختم المائة بلا إله إلا الله لاشريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير غفرت ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحرArtinya, “Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” HR. Malik.Dengan demikian, budayakan setelah shalat membaca semua dzikir di atas. Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, orang yang terbiasa melakukan ibadah ini, dosanya akan diampuni Allah Yang Maha Pengampun meskipun dosanya sebanyak buih di lautan. Wallahu alam. Hengki Ferdiansyah. Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat Dzikir ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat DzikirKhutbah kedua – Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat DzikirDownload mp3 Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat Dzikir إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وقال تعالى، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ Ummatal Islam, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk banyak berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Allah berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّـهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ﴿٤٢﴾ “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.” QS. Al-Ahzab[33] 41 Allah memerintahkan kita banyak berzikir kepada Allah karena dzikir itu -Ya Akhal Islam- memberikan ketenangan pada batin seorang hamba, karena dzikir itu mencegah seseorang dari godaan setan, karena dzikir menggugurkan dosa-dosa dia, mengangkat derajat dia, karena dzikir itu adalah makanan hati, sehingga dengan dzikir hati itu menjadi hidup. Ibnu Abbas berkata الشيطان جاثم على قلب ابن آدم “Setan berusaha terus memperhatikan hati anak Adam.” فاذا ذكر الله خنس “Kalau dia berzikir, maka dia pun menyelinap dan bersembunyi.” واذا غفل وسوس “Tapi jika ia lalai, maka ia pun memberikan was-was.” Maka seseorang yang tidak membiasakan dzikir, ia akan terbiasa mengingat selain Allah. Ketika seseorang terbiasa mengingat selain Allah, disitulah setan akan masuk ke dalamnya. Allah berfirman وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ “Barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepada Ar-Rahman, maka Kami akan jadi untuknya setan, maka setan yang akan menjadi teman dia.” QS. Az-Zukhruf[43] 36 Subhanallah, Ya Akhal Islam.. Setan berusaha untuk menjadikan kita lupa kepada Allah, setan berusaha menghalangi kita dari dzikir, sehingga akhirnya hidup kita pun kosong dari dzikir, hati kita pun kosong dari dzikir, di saat itulah setan mampu memberikan kepada kita godaan demi godaan, was-was dan pikiran-pikiran yang kotor, demikian pula setan menanamkan dalam hati kita perkara-perkara yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga akhirnya ketika seseorang berpaling dari berdzikir kepada Allah, dia pun berpaling dari banyak kebaikan. Namun ketika ia berdzikir kepada Allah, dia akan ingat pada dirinya lalu ia akan kembali kepada Allah. Makanya Allah mengatakan وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ “Janganlah kalian menjadi seperti orang yang lupa kepada Allah dan Allah jadikan dia lupa kepada dirinya sendiri.” QS. Al-Hashr[59] 19 Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an ini bahwasanya orang yang lupa kepada Allah, maka Allah jadikan dia lupa kepada dirinya sendiri, lupa terhadap kemaslahatan dirinya, lupa tentang perkara-perkara yang bisa menghancurkan dan membinasakan dirinya. Oleh karena itu saudaraku, orang yang ingat kepada Allah, dia akan memperbaiki dirinya, dia akan bertaubat kepada Allah, dia akan istighfar kepada Allah. Orang yang ingat kepada Allah, ia akan ingat dengan dosa-dosanya. Subhanallah.. Betapa bermanfaatnya dzikir dalam kehidupan kita. Maka berusahalah kita menjadi orang-orang yang banyak berdzikir. Allah berfirman وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “Lelaki yang banyak berdzikir, wanita yang banyak berdzikir, Allah persiapkan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” QS. Al-Ahzab[33] 35 Subhanallah.. Sesungguhnya orang-orang yang berdzikir telah pergi membawa pahala yang sangat banyak sekali. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda سَبَقَ المُفَرِّدُونَ “Telah mendahului kalian para mufarridun.” Lalu para sahabat bertanya “Siapa para mufarridun Wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda الذين يَهْتُرُونَ بذكرِ اللهِ “Yaitu orang-orang merasa asik lisannya untuk berdzikir kepada Allah.” Orang yang hatinya merasa asik untuk berdzikir dan mengingat Allah, maka mereka telah pergi membawa pahala yang sangat besar mendahului semua orang yang beramal. Ummatal Islam, Orang yang banyak berdzikir kepada Allah, Allah akan mudahkan dia untuk menjalankan syariat Allah. Ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ “Wahai Rasulallah, syariat Islam sudah sangat banyak sekali.” فَمُرْنِي بِأَمْرٍ أَتَثَبَّتُ بِهِ “Tolong berikan kepada saya satu perintah saja yang dengan perintah itu saya akan berpegang kuat-kuat.” Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا بِذِكْرِ اللَّهِ “Senantiasalah lisanmu basah dengan dzikir kepada Allah.” HR. Ahmad Mengapa Rasulullah memberikan jawaban ini ketika orang ini mengeluh bahwa syariat Islam sudah terlalu banyak. Karena -Ya Akhal Islam- orang yang lisannya selalu basah dengan dzikir kepada Allah, tidak ada pintu setan untuk menggoda dia. Sehingga hatinya bening. Disaat hatinya bening, dia akan diberikan oleh Allah kemudahan demi kemudahan untuk menjalankan syariat Allah, untuk mempelajari syariat Allah. Hati yang bening itulah -Ya Akhal Islam- menjadi tempat ilmu yang sangat cocok sekali. Sebaliknya, ketika hati itu banyak maksiatnya, banyak kotorannya, hati tidak lagi menjadi tempat yang cocok untuk ilmu. Barangkali ilmupun menjadi tidak bermanfaat bagi hidupnya. أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم Khutbah kedua – Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat Dzikir الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ Ummatal Islam, Banyak orang yang berdzikir, akan tetapi dzikir itu tidak sampai kepada hatinya. Maka Allah memberikan kepada kita sebuah cara agar dzikir itu bermanfaat dalam kehidupan kita dan untuk hati kita. Allah berfirman وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ… “Berdzikirlah kepada Rabbmu, ingatlah Rabbmu pada dirimu dengan penuh tadharru’ dan rasa takut dan suara yang tidak dikeraskan.” QS. Al-A’raf[7] 205 Di sini Allah memberikan kepada kita sebuah tips yang agung tentang bagaimana berdzikir dan agar berdzikir itu bermanfaat untuk hati kita. Yang pertama, berdzikirlah pada dirimu. Artinya ketika kita berdzikir kepada Allah, hati pun ikut merasakannya, hati pun ikut merenunginya. Ketika mengucapkan “Allahu akbar,” kita merasakan kebesaran Allah. Ketika kita mengucapkan “Subhanallah,” hati kita mensucikan Allah dari perkara-perkara yang tak layak bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika kita ucapkan “Alhamdulillah,” kita ingat bagaimana banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Kita berarti telah berdzikir kepada Allah dalam diri kita. Yang kedua, dengan penuh tadharru’ dan tawadhu di hadapan Allah. Ketundukan yang luar biasa di hadapan Allah. Demikian pula dengan rasa takut kepada Allah. Seperti ini dzikir yang bermanfaat untuk hati kita. Adapun ketika dzikir itu kosong dari tiga perkara ini, maka menjadi dzikir yang hanya sebatas kita ucapkan di lisan kita, namun tidak memberikan pengaruh apa-apa pada hati kita. Kemudian Allah mengatakan وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ “Bukan dengan suara yang dikeraskan.” Karena memang demikianlah adab berdzikir. Pada asalnya dzikir itu tidak boleh dikeraskan kecuali apabila ada dalil yang mengizinkan. Seperti adzan, seperti talbiyah, seperti takbiran di hari raya, semua itu diizinkan oleh syariat untuk mengeraskannya. Namun untuk dzikir yang lainnya/yang sunnah, diperintahkan oleh Allah وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ “Dengan ucapan yang tidak dikeraskan.” Karena dzikir bukan untuk pamer, tapi tujuan dzikir adalah untuk memperbaiki hati kita, memperbaiki ucapan kita. Orang yang senantiasa lisannya berdzikir, terhindar dari ghibah, terhindar dari ucapan-ucapan yang tidak layak. Orang yang senantiasa majelisnya berdzikir, ketika ia makan berdzikir, ketika berpakaian berdzikir, Allah akan berikan keberkahan padanya. Sebaliknya, orang yang duduk di suatu majlis dan dia tidak berdzikir kepada Allah, kata Rasulullah “Maka ia akan berdiri seperti bangkai keledai.” إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اللهم أصلح ولاة أمور المسلمين في هذا البلد، وفي سائر بلاد المسلمين يا رب العالمين اللهم أعز الإسلام والمسلمين، اللهم انصر المسلمين في كل مكان يا رب العالمين أللهم انصر المجاهدين في كل مكان يا رب العالمين اللهم تب علينا إنك أنت التواب الرحيم عباد الله إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر. Download mp3 Khutbah Jumat Singkat Tentang Manfaat Dzikir Podcast Download Duration 1159 — Sumber audio Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda. Materi khutbah singkat terbaru tentang keutamaan hari Jum’at. Khutbah ini sebagai acuan atau contoh bagi para Khotib yang akan mengisi khutbah. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia dan mudah ini sesuai dengan pemahaman dan referensi Nahdlatul Ulama NU. KHUTBAH PERTAMA الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Hari Jumat tergolong unik dalam Islam. Dari segi penamaan, pilihan nama “Jumat “berbeda dari nama-nama hari lainnya. Kata “Jumat” Qamus Al-Lughah Al-Arabiyah Al-Ma’ashir dapat dibaca dalam tiga bentuk Jumu’ah, Jum’ah, dan Juma’ah, yang berarti berkumpul. Sementara hari-hari lain memiliki makna yang mirip dengan urutan angka hari dalam sepekan Ahad hari pertama, Isnain hari kedua, tsulatsa hari ketiga, arbi’a hari keempat dan khamis hari kelima, serta sabt yang berakar kata dari sab’ah hari ketujuh. Pada masa Arab Jahiliyah, nama-nama hari terdiri dari Syiyar Sabtu, Awwal Ahad, Ahwan Senin, Jubar Selasa, Dubar Rabu, Mu’nis Kamis, dan Arubah Jumat. Nama-nama tersebut kemudian diubah dengan datangnya Islam. Rasulullah tidak hanya melakukan revolusi moral tapi juga revolusi bahasa. Kata-kata dianggap kurang tepat dimaknai ulang sehingga sesuai dengan nilai-nilai Islam. Di kalangan masyarakat Arab Jahiliyah, Arubah merupakan momentum untuk menampilkan kemewahan, kebanggaan, berhias, dan semacamnya. Dalam Islam Arubah berubah menjadi Jumuah yang mengandung arti berkumpul. Tentu saja lebih dari sekadar berkumpul, karena dalam syari’at, Jumat mendapatkan julukan sayyidul ayyâm atau rajanya hari. Dengan kata lain, Jumat menduduki posisi paling utama di antara hari-hari lainnya dalam sepekan. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin Ubadah sebuah hadits سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ “Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat.” Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Di antara kita kadang lupa, tak merasakan, keutamaan hari Jumat karena kita anggap itu sebagai rutinitas sehari-hari. Kesibukan yang melingkupi kita tiap hari sering membuat kita lengah sehingga menyamakan hari Jumat tak ubahnya hari-hari biasa lainnya. Padahal, di tiap tahun ada bulan-bulan utama, di tiap bulan ada hari-hari utama, dan di tiap hari ada waktu-waktu utama. Masing-masing keutamaan memiliki kekhususan sehingga menjadi momentum yang sangat baik untuk merenungi diri, berdoa, bermunajat, berdzikir, dan meningkatkan ibadah kepada Allah ﷻ. Keistimewaan hari Jumat bisa dilihat dari disunnahkannya mandi Jumat. Dalam Al-Hawi Kabir karya al-Mawardi, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa shalat Jumat dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur, mandi Jumat boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Mandi adalah simbol kebersihan dan kesucian diri. Setelah mandi, seseorang dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik, terutama warna putih, sebelum berangkat menuju shalat Jumat. Dalam hal ini, umat Islam diperingatkan untuk menyambut hari istimewa itu dengan kesiapan dan penampilan yang juga istimewa. Dalam Bidâyatul Hidâyah, Imam Abu Hamid al-Ghazali menyebut hari Jumat sebagai hari raya kaum mukmin îdul mu’minîn. Imam al-Ghazali bahkan menyarankan agar umat Islam mempersiapkan diri menyambut hari Jumat sejak hari Kamis, dimulai dengan mencuci baju, lalu memperbanyak membaca tasbih dan istighfar pada Kamis petang karena saat-saat tersebut sudah memasuki waktu keutamaan hari Jumat. Selanjutnya, kata Imam al-Ghazali, berniatlah puasa hari Jumat sebagai rangkaian dari puasa tiga hari berturut-turut Kamis-Jumat-Sabtu, sebab ada larangan puasa khusus hari Jumat saja Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Hari Jumat juga menjadi semacam konferensi mingguan bagi umat Islam, karena di hari Jumatlah ada shalat berjamaah dan khutbah Jumat. Setiap umat Islam laki-laki yang tak memiliki uzur syar’I wajib ain melaksanakannya. Artinya, lebih dari sebatas berkumpul, Jumat adalah momen konsolidasi persatuan umat sekaligus memupuk ketakwaan melalui nasihat-nasihat positif dari sang khatib. Tentu keutamaan ini bersamaan dengan asumsi bahwa jamaah melaksanakan shalat Jumat dengan kesungguhan penuh, menyimak khutbah secara baik, bukan cuma rutinitas sekali sepekan untuk sekadar menggugurkan kewajiban. Amalan-amalan utama hari Jumat juga bertebaran. Di antaranya adalah memperbanyak baca shalawat, memperbanyak doa, bersedekah; membaca Surat al-Kahfi, Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, dan Surat an-Nas, serta ibadah-ibadah lainnya. Masing-masing amalan memiliki fadhilah yang luar biasa. Imam as-Suyuthi dalam kitabnya, Amal Yaum wa Lailah, mengatakan “Nabi ﷺ membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas usai shalat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak shalawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah shalat Jumat di rumahnya, tidak di masjid. Setelah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah bertakziah, atau menghadiri akad nikah.” Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah, Dengan demikian, umat Islam seolah diajak untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari khusus untuk memperbanyak ibadah. Tidak jarang, Jumat dijadikan oleh para ulama untuk mengistirahatkan diri sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan duniawi, untuk mengkhususkan diri beramal saleh di hari Jumat. Sebagaimana dilakukan Rasulullah, hari Jumat bukan semata untuk meningkatkan ritual ibadah kepada Allah tapi juga berbuat baik kepada sesama, seperti bersilaturahim, berempati kepada orang yang kena musibah, dan lain-lain. Karena itu pula dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Qadla’i dan ibnu Asakir dari Ibnu Abbas disebutkan اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ “Jumat adalah hajinya orang-orang fakir.” Hadirin Sidang Jum’ah Rahimakumullah Halaman 1 2 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID LCSJy5hDLSbgEjUaX3X1E6i869DmDENU1B3UnCcv6heTxS6s9733fg==

khutbah jumat keutamaan dzikir